Patung Hitler Di Musium Jogja Dihapus

hitler
Sebuah museum Indonesia yang memungkinkan pengunjung untuk mengambil gambar dengan patung lilin seukuran Hitler dengan latar belakang kamp konsentrasi Auschwitz telah dihapus pameran tersebut setelah kemarahan internasional, kata manajer tersebut pada hari Sabtu.

Museum Seni Patung De ARCA di kota di Jogjakarta mendapat kecaman cepat dari kelompok hak asasi setelah rincian layar kontroversial dipublikasikan di media asing. Pameran tersebut menampilkan Hitler yang yakin berdiri di depan sebuah foto besar gerbang Auschwitz – kamp konsentrasi Nazi terbesar dimana lebih dari 1,1 juta orang terbunuh. Manajer operasi museum, Jamie Misbah, mengatakan bahwa patung lilin tersebut telah dihapus setelah bangunan tersebut diberitahu mengenai kritik dari organisasi hak asasi manusia terkemuka, Simon Wiesenthal Center. “Kami tidak ingin menarik kemarahan,” kata Misbah kepada AFP. “Tujuan kami untuk menampilkan tokoh Hitler di museum adalah untuk mendidik.”

Patung Hitler adalah satu dari sekitar 80 tokoh, termasuk pemimpin dunia dan selebriti, di pusat efek lilin dan visual.pameran bertema Nazi merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mengambil selfies, dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan pelanggan – termasuk anak-anak – berpose dengan Hitler dan dalam beberapa kasus menggunakan salam Nazi. Misbah mengatakan bahwa menurutnya itu “normal” bagi pengunjung untuk berfoto di depan display, namun kata museum tersebut dihormati karena pameran tersebut telah membuat orang kesal dari seluruh dunia.

Sejarawan telah menyalahkan sekolah yang buruk karena kurangnya kesadaran dan kepekaan tentang Holocaust di Indonesia, yang merupakan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia dan sejumlah kecil orang Yahudi. Pada bulan Januari, sebuah kafe bertema Nazi yang kontroversial di kota Bandung bagian barat Jawa ditutup. Tempat tersebut, yang menampilkan dinding dan foto-foto Hitler yang membakar swastika, memicu kegemparan global saat laporan tentang tempat yang tidak biasa muncul beberapa tahun yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *