Hukum Berhutang Untuk Membiayai Keberangkatan Umroh

Hakekatnya sesama manusia memang saling membutuhkan satu sama lain, karena pada dasarnya manusia tak bisa hidup layak jika terus mempertahankan sikap individualnya. Dalam ajaran islam, bahkan kita diminta untuk mencontoh semut yang selalu tolong menolong dan bergotong-royong saat melakukan apapun. Bahkan dalam jumlah yang tak terhitung, koloni semut tersebut bermukim dalam satu lubang yang kecil. Dan, sejauh yang kita tahu semut-semut tersebut tak pernah mengeluh sedikit pun. Kita memang bisa menjadikan sikap tolong menolong semut sebagai teladan yang baik. Namun, sebagai manusia kita pun tak boleh selalu bergantung kepada orang lain, apalagi sampai memanfaatkan. Naudzubillah. Sebagai contoh, ada seseorang orang yang berhutang untuk membayar biaya Umroh, walau dia ingat dan sanggup membayar tapi dia tidak ada niatan untuk melakukannya.

Walaupun tujuan berhutangnya adalah hal yang baik, yakni untuk melunasi biaya Umroh supaya bisa segera berangkat Umroh. Tapi, sesudah itu dia tak boleh melupakan hutangnya apalagi sampai berpura-pura melupakannya. Dalam islam hal tersebut tidak diperbolehkan, karena yang namanya hutang tetap harus dibayar, bahkan di akhirat nanti tanggungan tersebut akan tetap dipertanyakan. Dan, yang demikian itu digolongkan sebagai manusia parasit karena dia selalu memanfaatkan orang lain seenaknya. Hal yang demikian itu sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai contoh.

Boleh saja Anda berhutang sebagai pelunasan biaya Umroh nanti, asalkan Anda tetap harus membayar hutang tersebut supaya ibadah yang Anda jalankan selama berada di tanah suci tidak menjadi sia-sia. Sangat disayangkan, bukan? Bayangkan, Anda sudah menempuh perjalanan jauh dalam waktu yang tidak singkat. Belum lagi, Anda juga harus bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan dan suhu yang ada di sana selama menjalankan ibadah Umroh. Jangan sampai setelah melakukan ibadah Umroh, Anda tak mendapatkan apa pun selain rasa lelah karena urusan hutang sebagai biaya, modal sekaligus ongkos berangkat yang belum dilumasi atau yang belum terselesaikan. Jadi, yang namanya hutang tetap harus dibayar, meski dibayar dengan cara menganggsur atau mencicil itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Namun, hal tersebut tetap harus disesuaikan dengan kesepakatan yang sudah dibuat dengan pemilik uang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *